dimanakah tempat paling
nyaman
kalau bukan lagi tempat
dimana Engkau singgah, Tuhan
serambiMu pasti dipenuhi
dengan bunga
yang belum pernah kami
jumpai
dengan berbagai macam
warna, rupa
dan bau yang menyejukkan
hati
merapikan jiwa
sehingga ragupun tak
mungkin hinggap.
dimana Engkau bersinggah,
disitulah aku akan berteduh, Tuhan
berkeluh kesah aku dengan
setiap coretan kasar ini
mengharap hatiku bisa
mengertikan sejenak, sedikit
bahwasanya jiwaku masih
terlalu kotor untuk hanya menghirup
sedapnya bunga di serambi
rumahMu,
terlalu murka untuk hanya
melewatinya,
bahkan untuk memikirkanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar