Selasa, 12 April 2011

Sudah terlalu jauh
kakiku melangkah 
tanpa arah,
namun
tiada dirimu menoleh hanya untuk sebentar.
Ketika dirimu pun beranjak pergi,
tiada 
hati ini mampu untuk tidak melarangmu.
Musnah semua terkilir,
hancur,
berkeping,
tiada sisa bisa kita perbaiki . . .

tiada bantu perdulikan lagi,
asa pun sudah terlalu lelah untuk bertahan,
berkutik,
berjubang,

menuruni tapak
penuh duri tajam mengkilap . . .

Let it bleed to death!
It deserves
what it seems happen to it,
just lay it down
under your burden feeling,
beneath your soul.

Let only love comes in
and out from you,
from your true soul.

Hatred only given uncure desease,
and you don't have enough time
to spend dealing with such trash!
terurai sudah pelukanmu
pergi
entah kemana lajunya

terpecah sudah senyum manismu
pergi
entah kemana arahnya

terbengkalai sudah eloknya tubuhmu
pergi
entah kemana maunya

terbaring kaku sudah kilauan binar ayumu
pergi
entah kemana menghinggap

tinggalkan saja semuanya
toh tiada arti
bagimu
walaupun untuk sesaat

curangi saja kebenaran omonganmu
selingkuh saja dengan omong kosongmu
tak mampu benar
walaupun hanya untuk sejenak
tiada lagi yang membantu aku bangun. tiada lagi yang mampu membantu aku untuk tenang. tiada lagi yang mampu membantuku memberi secuil kasih sayang. tiada lagi yang mampu membantu padamkan jilatan api amarahku. tiada lagi yang mampu membantu menerangkan gelap binarnya malam. tiada lagi yang mampu membantu mengulur waktu menghabiskan waktu sulit. tiada lagi yang mampu membantu memberikan cintanya,

perhatian,
nasihat,
pengertianya
terpejam mata,
menilik hari yang kosong akan cintamu
terkikis oleh indahnya memori hidup

selalu saja hati tak mampu untuk dikelabui
tak mampu diri membuat hati tertipu
tak kuasa hati menerima kenyataan

dimanakah semua disaat aku membutuhkan
mereka,
yang tak lain adalah
kasihmu tak lagi ada
tak lagi menghiasi hidup
yang koyak
dan
tak teratur

begitulah sekarang, sayang . .