Sudah terlalu jauh
kakiku melangkah
tanpa arah,
namun
tiada dirimu menoleh hanya untuk sebentar.
Ketika dirimu pun beranjak pergi,
tiada
hati ini mampu untuk tidak melarangmu.
Musnah semua terkilir,
hancur,
berkeping,
tiada sisa bisa kita perbaiki . . .
tiada bantu perdulikan lagi,
asa pun sudah terlalu lelah untuk bertahan,
berkutik,
berjubang,
menuruni tapak
penuh duri tajam mengkilap . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar