terurai sudah pelukanmu
pergi
entah kemana lajunya
terpecah sudah senyum manismu
pergi
entah kemana arahnya
terbengkalai sudah eloknya tubuhmu
pergi
entah kemana maunya
terbaring kaku sudah kilauan binar ayumu
pergi
entah kemana menghinggap
tinggalkan saja semuanya
toh tiada arti
bagimu
walaupun untuk sesaat
curangi saja kebenaran omonganmu
selingkuh saja dengan omong kosongmu
tak mampu benar
walaupun hanya untuk sejenak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar