Senin, 28 Mei 2012

Jeritan Hati


Jeritan hati,
jeritan semenanjung hati
puncak jiwa dimadu oleh serbuk cintaMu
dan kasih sayangMu, mengarungi tiap sudut
batinku mendengkur, mengucap namaMu.

Jeritan hati,
uraikan kisah cinta antara Kau dan aku,
uraian air mata menyongsong cahaya kasih sayangMu
mendekap hampa pada tiang nan rapuh
jenuh menyisipkan kepiluan
untuk segera menemuiMu.

Jeritan hati,
menelusuri tiap kekosongan duniaMu
kekuasaanMu nan megah ini,
sendiri memadu kisah hanya cinta dan kasih sayangMu
yang mampu membuat batin ini merengkuh hidup
untuk meneruskan hidup
menyenangkan sang hati,
sang ruh, sang cahayaMu
walau hanya secuil
aku mampu menyinariNya.

Jeritan hati,
sejati membual bersama makhluk ciptaanMu
pecundangi ciptaan-ciptaanMu
demi sebuah kesenangan, kehancuran
kesombongan yang tiada henti
terus dan menerus menusuk jantung cahayaMu

Jeritan hati,
masihkah Engkau peduli dengan semua,
masihkah Engkau memberi kesempatan atas semua ini,
masihkah semua ini menjadi yang diujung para prajurit perang
atau sudah menjadi bahan cemoohan . . .

Tidak ada komentar: