merindumu bagai suasana
keheningan
yang mengalir begitu saja
jatuh bangun hanya diriMu
yang terkenang
dalam benak fikir dan hati
yang selalu saja
menjerumuskan diri dalam kemurkaanMu.
merasa Engkau kasihi
adalah hal terbaik,
dan paling sombong yang
bisa menyejukkan kehancuran jiwaku
walaupun mungkin disana
Engkau punya rencana lain,
toh hanya Kau yang aku
perdulikan
bukan lain-lain yang Kau
ciptakan.
sulitkah untuk orang-orang
mengertikan semua itu?
aku mendapat cibiran akan
penghambaanku kepadaMu,
tapi mungkin mereka benar
juga,
toh aku masih selalu
mengingkari janji-janjiku padaMu.
sehingga Engkaupun, Maha
Pengampun
masih ragu akan rinduku
kepadaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar