Jeritan hati,
manusiaMu membunuhi semua makhlukMu
namun tiada Engkau membinasakan saja
perangai mereka,
cinta apakah yang Kamu mainkan,
Pencipta?
Jeritan hati,
kasih sayang yang seperti apa
yang bias kami suguhkan sehingga
murkamu tak tampak
ataukah hanya kami saja yang terlalu
murka atasmu
sehingga Engkau membutakan penglihatan
kami?
Jeritan hati,
hatiku mengaung untuk secarik keadilan,
namun percuma kan
karena Engkau Maha Adil,
hanya ciptaanMu saja yang terkadang
hilang akal
sehingga hancurlah bumi pertiwi ini
menjadi serpihan kotor.
Jeritan hati,
Pencipta . .
rindu ini mengais banyak waktuku
habis hanya untukMu,
tiadakah dalam buku takdirku
terdapat sebatas kata saja
dimana aku mampu untuk berkabung
dengan yang lain
sehingga nampaklah kepada mata rabun
ini
kasih sayang yang benar,
Jeritan hati,
ah jangan . .
aku menikmati apa yang sedang Kau
perlakukan kepadaku sekarang ini,
aku rindu, dibalik riang senyum
aku merintih tangis rindu, dibalik
riang senyum
aku memohon agar cintamu hinggap dalam
dekapku, dibalik kesombongan
aku . .
sungguh merindukanMu
walau hati, batin dan jiwa sedang carut
marut
bertaruh nyawa demi murkaMu . .
aku . .
tidak ingin Engkau dekap,
hanya ingin mendekapmu, erat dan tak
mungkin akan pernah aku melepaskanya
menangiskan butiran air mata berwajah
puisi rindu
dan cinta dan kasih sayang
yang selama ini aku pendam,
biarkan aku mendekapMu . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar