kekasih yang selalu
menjadi dambaanku
adalah dia
yang mampu mengertikan
redup nampak kesenanganku
dan kesedihan yang tak
henti menyelimuti
yang mampu aku duakan
ketika aku ingin,
dan aku ingin selalu
menduakan pasangan ketika
makhluk lain menjadi
pendampingku,
dia berwajahkan sedu
ketika senang
dan riang ketika sedih
menghantam,
memberi segala kenikmatan
yang ada
menampung keluh kesa yang
berupa maupun tidak.
bagai surya yang tak henti
bersinar, walaupun malam menjemput
tak hentinya ia akan terus
memperhatikan setiap rinduku
setiap kasih sayang dan
kesetiaan yang aku berikan,
walaupun kalimat tak lagi
mampu dipergunakan untuk menjelma
menjadi puisi sanjungan.
menggeliat mesra ketika
bercinta,
cumbu setiap hendusan
cintaku yang tersirat disetiap gerakku,
nafasku, dan hidupku.
berkobar ketika aku
terperanjat oleh cibiran,
menantang sang maut ketika
jurang neraka menghampiri,
karena hanya kepadaNya ia
ingin bertemu
dan bukan karena ttakut
akan neraka jahanam ia ingin mencari ridhoNya.
ia yang senantiasa sabar
ketika waktu
tak lagi cukup untuk aku
berikan ketika aku sedang asyik mendua,
tiada dengki maupun amarah
sedikitpun
ketika aku terlalu lelah
memperhatikanya,
tiada sombong maupun iri
karena hanya kepadaNya,
sang pencipta dari kekasih
itu
yang aku inginkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar