seruMu jelas terdengar
oleh telinga-telinga ciptaanMu
nyiur, nyaring terdengar
petirpun tak ku dengar
ketika menangkap seruan-seruanMu itu
terekam keindahanya
jelas dalam batin,
menyejukkan hati
terkoyak kemurkaan jiwa
yang menggrogoti.
tiada makhluk lain yang
mampu hanya untuk meniru
meskipun hanya sebutir
darinya,
sungguh murni,
karena memang Engkaulah
Maha Sempurna.
namun semua itu sirna
kala hatiku tak lagi
khusyu' memperdengarkanMu,
sangking lalainya
sangking bodohnya aku
sebagai makhluk unggulanMu
tolong, janganlah memberi
kemudahan apapun,
bersikaplah seperti biasa,
seperti biasa aku Engkau
buat tersedu dalam renungan malam
seperti biasa aku mendapat
murkaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar