tidak terbayangkan kalau
kalau
reruntuhan puing puing
tangismu menindih
padaku, sayang . .
sudah lama kita bercinta
dengan kebohongan ini,
tiada yang benar dalam
hubungan ini,
semua hanya kosong,
tak terkira juga kalau
saja
tangismu membuatku jenuh
dengan kebohongan ini.
bersandarla disisiku,
entah sampai kapan
pundak ini mampu menampung
keluh
kesahmu
yang selalu kau ungsikan
dalam gerah tangis itu.
sejak kapan pula
engkau mulai membelai
kasih yang aku beri selama ini,
aku kira dirimu tak
pelaknya dari penucri,
pembohong pecundang rasa.
biarkan kucumbu kening
mungilmu itu,sayang,
sebentar
sejenak
lalu aku akan
mengertikanmu
dan membelai kasih
bersama, bukan
duniamu
tapi gemuruh malu semilir
syahdu ini . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar