memandang langit-langit,
sejuk
senyap sekejap mengingat
wajahmu, cantik
teringat setiap
momen-momen bersama, manis
dulu kita yakin bahwa
tiada satupun yang mampu memisahkan, namun dulu
cumbumu nan lembut,
menguras air mataku
mengatakan betapa setianya
dirimu, namun dulu
nyiurnya angin, sepoi
menghampiri kesendirian detik-detik menegangkan ini
tidak lagi bisa tersenyum
dengan semua itu, telah hilang
entah kemana senyum itu
pergi, mungkin mati
hanya diam, menghuni
kepedihan
bak awan terkatung oleh
angin, melayang diatas langit
tertatih berjalan
mengarungi lautan dunia, nan rusuh ini
kehilangan seorang penjaga
hati, penenang emosi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar