Senin, 28 Mei 2012

Melewatkan Waktu


memandang langit-langit, sejuk
senyap sekejap mengingat wajahmu, cantik
teringat setiap momen-momen bersama, manis
dulu kita yakin bahwa tiada satupun yang mampu memisahkan, namun dulu
cumbumu nan lembut, menguras air mataku
mengatakan betapa setianya dirimu, namun dulu
nyiurnya angin, sepoi menghampiri kesendirian detik-detik menegangkan ini
tidak lagi bisa tersenyum dengan semua itu, telah hilang
entah kemana senyum itu pergi, mungkin mati
hanya diam, menghuni kepedihan
bak awan terkatung oleh angin, melayang diatas langit
tertatih berjalan mengarungi lautan dunia, nan rusuh ini
kehilangan seorang penjaga hati, penenang emosi

Tidak ada komentar: