Selasa, 08 Maret 2011

Wajahnya tidak kusut, hanya diam tak ada sapa yang bisa aku jelaskan
Mereka tidak mengerti arah mana yang harus ditempuh untuk mengalihkan perhatian
Sepertinya sulit untuk hanya membuka sekecup bibir,
kedipan matan sebenarnya sudah cukup untuk melihat tawanya
Tapi masih, tidak kusut . .
Kenapa mereka tidak kusut . .?
Tidakkah mereka mampu membuat senyum . .?
Mungkin senyum terlalu hina untuknya
Mungkin senyum merupakan simbol kehancuran baginya,
mungkin baginya senyum adalah simbol kehancuran bagi perjalananya
Mungkin mereka mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui . . !
Ah . . . dasar . .!
Tidakkah mereka mengerti bahwa perjalanan masih panjang ?
Tidakkah mereka memahami maksud dari kehidupan ?
Mungkin aku yang terlalu mempertanyakan keberadaanya,
Sudahlah . .. 

Tapi mengapa mereka tidak kusut !
Senyum kalian membuatku terpukau !
Senyum kalian membuatku hambarkan suasana kelam !

Kalian muncul hanya pada saat keramaian menyapaku
Kalian tidak menghiraukanku saat aku membutuhkan kalian
Padahal, kalian tinggal di dalamku
Tidakkah kalian diajarkan kewajiban untuk saling menghargai . .?
Datang dan pergi seenak kalian,
seperti kalian tak takut melihat kesedihanku

Tidak ada komentar: