Selasa, 15 Maret 2011

seberapa besarkah kamu sampai berani mejilat piluku
aku kira kamu tidak sudi untuk hanya menengokku
dalam kerapuhan mengharap dunia bisa bersahabat ini kau terkutuk
tak lagi aku bisa menjemputmu di gerhana bulan
kamu terlalu kotor untuk hanya aku pandang
tangnmu rakus,
matamu teriakan kemusnahan,
kakimu terlalu licik untuk melangkah kepadaku

sudah tertepati semua inginmu namun . . .

ah kasihku . ..
dekapmu semakin hilang di kesenyapan malam
tertegun saat mengingat betapa hangatnya pelukmu saat itu
namun sekarang,
pelukmu bagai duri merobek tiap sudut dari memori-memori indah itu

abaianmu tak kan pernah bisa terbalaskan dengan tulusku
sayangmu hanya akan menjadi kenangan burukku
tulusmu hanya akan menjadi luka membekas tak mungkin hilang

merindumu hanya akan membawaku kepada jurang keangkuhan

Tidak ada komentar: