Ketika dalam usaha pencarianya,
Terdapat banyak rintangan mengganggunya
Cobaan tak kunjung reda memaksanya untuk bersabar lebih lama,
padahal ia bukan seorang yang suka menunggu
Hmmmm . ..
Terjalnya jalanan semakin membuatnya terdesak
Batu-batuan terlalu menggila saat dilalui,
menancapkan ujung-ujungnya nan tajam ketiap sudut kakinya nan lemah
Tidakkah ia sadar bahwasanya ia sedang dalam bahaya?
Mungkin ia hampir pingsan sehingga tidak merasakan sakit
Berlalu dalam kesunyian gelapnya hidup
Ia tak memiliki lampu yang cukup besar untuk dijadikan penerang
Kelipnya lampu pun menjadi suasana tersendiri menemani kesepianya,
mungkin kelipnya malah membuat hati berguncang merusak ketenangan hati
Tak lagi mampu berfikir jernih,
ia mencoba memahami sebentar tujuanya kemari
Gua nan gelap tiada penerangan yang berarti
Jalanan nan terlalu terjal untuk dilewati,
Hanya karena keinginan yang menggebu,
ia singkirkan semua kerugianya
terjebak,
hanyut,
penuh dengan kerapuhan sekarang hingga nanti adalah teman paling sejatinya
musnahlah nyawanya ditelan waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar