Terselip ingatan dibalik kumuhnya hari-hari itu
Terlihat betapa deras jeritan pencakar hatinya
Setiap garis tergambarkan betapa rapuh perasaanya saat itu
Pedang kusut pun masih mampu menembus benteng pertahananya
Kala malam mennyapa air matanya,
sinarnya rembulan berikan hiburan sejenak
Bintang-bintang berlomba mengedipkan sinarnya,
berusaha menunjukkan semua akan baik-baik saja
mereka memang yang terbaik
tiada lelah berkedip walaupun tiada menyadari
bulan nan begitu indah tak pula lelah menunjukkan keromantisanya
Sayatan-sayatan pedang dan cakar tak mungkin terasa
Namun sayang, hanya sebatas malam, rembulan menunjukkan romantismenya
hanya sebatas malam, bintang-bintang mampu berlomba untuk mengedipkan ketegasanya
selain itu, usalah mengharap lebih dari luka hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar